Cabut Izin Investor

Tubuh Pengaturan Penanaman Modal (BKPM) merekomendasikan ke pemerintahan untuk memberi batas waktu untuk investor yang berkunjung ke Indonesia dalam melakukan project.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, ada beberapa pebisnis yang tidak stabil dalam rencana peningkatan investasi di Indonesia. Walau sebenarnya, BKPM telah menggelindingkan stimulan berbentuk pembebasan pajak.

“Jadi yang perlu ialah investornya benar-benar ingin tiba investasi. Itu yang terpenting. Jangan tiba, lalu investasi ijin diberi, jual kembali itu ke kertas,” kata Bahlil dalam Meeting Pengaturan Nasional Pemercepatan Peningkatan Lima Tujuan Pariwisata Super Fokus (DPSP), Jumat (27/11/2020).

“Yang membuat Abu Nawas itu kan di sana sesungguhnya. HGU-nya telah diberi, membawa ke bank, ijinnya diberi uangnya belum berada di putar-putar kembali barang itu. Sehingga kita disandera,” ikat ia.

Untuk keadaan semacam itu, Bahlil minta pemerintahan untuk memberi batas waktu supaya investor atau pebisnis selekasnya menyelesaikan upayanya di Indonesia.

“Anjuran saya, demikian ijin diberi, diberi waktu berapakah lama jika ia tidak dapat ditarik. hingga kita tidak disandera,” katanya.

Menurut dia, benar-benar tidak seluruhnya pebisnis atau investor akan melakukan tindakan semacam itu. Tetapi masihlah ada yang bagus atau profesional, yaitu demikian memperoleh ijin telah mempunyai rencana dan eksekusi sama rencana itu.

Sesaat untuk pebisnis Abu Nawas, kata Bahlil, sesudah memperoleh ijin dan memperoleh stimulan, pebisnis itu tidak juga lakukan rencana, apa lagi eksekusi.

“Jadi kemungkinan dalam komunitas ini saya pasarkan kita memberi keringanan ke kewenangan dan juga kita harus memiliki time limit untuk memberi ijin ke pebisnis. Jika ia tidak lakukan kita harus cabut agar investor lain masuk,” kata Bahlil.

Awalnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi ajak warga dunia untuk melakukan investasi di Indonesia.

Updated: January 15, 2021 — 6:54 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *