Digunakan Tanpa Uji Klinik

Tubuh Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyikapi gagasan Menteri Koordinator Sektor Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, yang ajak Pfizer untuk bekerja bersama dengan PT Bio Farma (Persero) dalam produksi vaksin Covid-19.

Kepala BPOM Penny Lukita menjelaskan, faksinya siap menjaga kualitas dan manfaat vaksin Pfizer bila pengin masuk dan dipakai di Indonesia.

“Tubuh POM dalam masalah ini (mengikut) apa saja keputusan dari pemerintahan untuk pilih vaksin yang mana akan masuk di Indonesia. Kami sedia mengikuti, menyaksikan faktor kualitasnya, faktor keamanannya dan faktor manfaatnya,” katanya dalam sesion teleconference, Kamis (26/11/2020).

Awalnya, Penny sampaikan, pembikin vaksin Pfizer sudah berbicara dengan BPOM untuk lakukan tes medis di Indonesia. Berdasar data final tes medis, vaksin Covid-19 bikinan Pfizer efisien sampai 95 % menantang infeksi virus corona.

Pfizer sudah ajukan permintaan ijin pemakaian genting ke Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat (AS).

Vaksin Pfizer memerlukan dua jumlah dan diprediksi akan tarik ongkos USD 20 per jumlah vaksin. Pfizer bersama-sama dengan BionTech menarget dapat menghasilkan 1,3 miliar jumlah vaksin Covid-19 pada 2021 kedepan.

Menteri Koordinator Sektor Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan beberapa lalu sempat menjelaskan, dia sudah pulang bawa oleh-olehan dari Amerika Serikat berkaitan vaksin Covid-19 racikan Pfizer.

Waktu berunding dengan Wakil Presiden AS Mike Pence, Luhut mengatakan AS akan tolong penyediaan vaksin Covid-19 untuk Indonesia. Ia mengutarakan telah ada persetujuan di antara Pfizer dengan Bio Farma untuk lakukan kerja sama itu.

Menanggapi pengakuan itu, Direktur Operasi PT Bio Farma M Rahman Roestan sampaikan, faksinya akan membahas tiap saran kerja sama vaksin Covid-19 dari negara luar.

“Satu kali lagi untuk kekuatan kerja sama kita harus riset benar. Sebab beberapa patokan harus kita pikirkan,” kata Rahman dalam sesion teleconference, Kamis (26/11/2020).

Updated: January 15, 2021 — 6:37 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *