Politeknik Kemaritiman

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Kreasi Sumadi menjelaskan, faksinya akan membuat sekolah kemaritiman selaku sisi dari daerah pembangunan Dermaga Patimban di Subang, Jawa Barat.

Ini dikerjakan untuk tingkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya di Subang. Dengan begitu, angkatan muda di situ bisa mempunyai kapabilitas dan daya saing yang kuat.

“Kita gagasan bangun politeknik kemaritiman di situ selaku sisi Dermaga Patimban, ini untuk tingkatkan SDM terutamanya anak muda di Subang,” tutur Menhub Budi dalam Seminar-online Kemenhub 3: Dermaga Patimban dan Performa Logistik Nasional, Jumat (27/11/2020).

Menhub ngomong, dalam membuat sekolah ini, faksinya bersama-sama dengan pemda Jawa Barat bekerja bersama dengan Glasgow City College. Nanti, sekolah maritim itu akan berstandar internasional.

Sekarang ini, Kemenhub mengurus 19 sekolah kedinasan, di mana 12 salah satunya adalah sekolah maritim atau pelayaran.

“Tetapi itu masih kurang. Kita perlu beberapa ribu perwira. Beberapa ratus dermaga, beberapa ratus kapal memerlukan itu. Beberapa sekolah ini akan tingkatkan SDM terutamanya di Patimban,” kata Menhub.

Disamping itu, Kementerian Perhubungan memberi sarana training untuk tingkatkan kualitas SDM untuk warga yang profesinya selaku nelayan sampai operator simpatisan dermaga.

Ini tidak lain adalah sisi dari cara pendayagunaan warga yang dikerjakan bersamaan dengan pembangunan Dermaga Patimban.

“Jadi membuat dermaga Patimban, kita bukan hanya berbicara mengenai fisik, tapi elemen develop (peningkatan) manusianya penting juga,” tutur Menhub Budi.

Awalnya, Menteri Koordinator Sektor Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintahan memiliki komitmen untuk mensinergikan Dermaga Tanjung Priok dan Dermaga Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kerjasama ini ditujukan untuk memotong ongkos logistik di teritori industri di utara Jawa Barat.

Sama Gagasan Pembangunan Periode Menengah Nasional (RPJMN), Mulia mengatakan, pemerintahan sasaran turunkan ongkos logistik sampai 80 % pada PDB, dan sasaran ongkos logistic performnce indeks sejumlah 3,5 %.

Buat capai harapan itu, Luhut menjelaskan, pemerintahan dan aktor usaha harus benar-benar berlomba dengan efektivitas.

 

Updated: January 15, 2021 — 7:06 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *