Segera Belanjakan Anggaran

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Astera Primanto Bhakti, minta ke pemda untuk selekasnya belanjakan bujet. Sejauh ini banyak bujet perbaikan perekonomian yang malah diparkirkan oleh pemda di bank untuk memperoleh bunga.

Menurut Astera, dengan berbelanja angagran wilayah ini akan perkuat peraturan pajak untuk memberikan dukungan usaha perbaikan perekonomian nasional karena imbas wabah Covid-19.

“Sekarang ini telah masuk akhir November. Kita meminta Pemda ingin memaksain berbelanja dari uang di bank dan APBD nya untuk dinaikkan. Ini untuk mengerakkan ekonomi, hingga peraturan pajak dapat in line di antara pusat dan wilayah,” tegasnya dalam seminar-online Serap Inspirasi Undang-Undang Cipta Kerja di Bali, Jumat (27/11/2020).

Sempurna menulis, dana punya pemda yang mengendap di bank sekitar Rp 274 triliun sampai Oktober 2020. “Kami harap uang di bank itu selekasnya di membelanjakan seutuhnya sampai tahun akhir ini,” tuturnya.

Hingga ia mengharap berharap seluruh dana itu bisa juga teresap semuanya pada tahun akhir 2020.

Ini perlu adjustment kembali lagi, tolong tahun depannya agar dapat di mempercepat,” tambah ia.

Walau begitu, ia mengingati tiap aktivitas berbelanja masih dikerjakan secara berhati-hati dan bisa dipertanggungjawabkan. “Ini supaya masih sama gagasan dan elemen governance masih terlindungi secara baik,” tegasnya.

Awalnya, Komisi Pembasmian Korupsi (KPK) akan mengeruk info tentang penemuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masalah ada dana pemda (pemda) sebesar Rp 252,78 triliun tersimpan di bank berbentuk deposito.

“Jadi, KPK terlebih dulu mengeruk data, kumpulkan informasi dari Kemendagri itu. Selanjutnya kumpulkan data dan info baru selanjutnya KPK akan tentukan sikap apa akan lakukan proses penyidikan atau mungkin tidak,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Polda Metro Jaya panggil 41 orang berkaitan masalah pembobolan Bank DKI. Menurut hasil audit Bank DKI dijumpai rugi capai Rp50 miliar, awalnya disebutkan Rp32 miliar.

Updated: January 15, 2021 — 6:50 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *